Uji Statistik

niche-niche Adsense khususnya di Indonesia


1.  Analisis Budidaya Ikan Bandeng
Menurut Soekartawi (1986), pendapatan merupakan suatu penghasilan yang diterima dalam suatu periode waktu tertentu. Pengelolaan usaha bandeng dapat mencapai keuntungan maksimal, sebagian besar tergantung pada penggunaan masukan input supaya lebih efisien didasarkan pada ketersediaan biaya.
Selanjutnya Hermanto (1996), penerimaan / pendapatan kotor usaha mengartikan pendapatan sebagai total uang yang diperoleh dalam suatu periode. Dengan demikian pendapatan dari hasil usaha budidaya ikan bandeng pada musim tertentu yang dinilai dengan satuan rupiah (Rp).
Analisis usaha bandeng dihitung untuk mengetahui seberapa besar pendapatan usaha budidaya ikan bandeng. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut :
Pb = PK – TBP
Dimana :
Pb       = Pendapatan kotor (pendapatan)
PK      = Pendapatan kotor (penerimaan)
TBP    = Total biaya produksi

2.  Analisis Kelayakan Usaha
Analisis kelayakan untuk menguji kelayakan usaha digunakan perhitungan : RCR untuk mengukur kelayakan usaha suatu perusahaan dalam mengusahan suatu komoditas tertentu, BEP(Q) untuk minimal produksi yang harus dicapai, BEP(RP) untuk minimal harga satuan yang harus dipatok untuk dijual dan ROI untuk mengukur kemampuan Usaha secara keseluruhan dalam menghasilkan keuntungan dalam hubungannya dengan investasi yang telah ditanamkan. Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
a.    Revanue Cost Ratio (RCR)
Menurut Bechtold (1985), perbandingan penerimaan budidaya ikan bandeng dengan biaya untuk menghasilkan produk (total cost), RCR dapat dianalisi dengan membandingkan antara pendapatan kotor dengan biaya total produksi.

                        RCR   =  Pendapatan Kotor usaha
                                                   
   Total Biaya Produksi 
 
Keputusan :  
Jika  RCR  <  1,   usahatani tersebut tidak layak diusahakan.
RCR   >  1,  usahatani layak diusahakan
RCR  =  1, impas, usahatani tidak mengalami   keuntungan atau kerugian

b.    Break Event Poin (BEP)
Break Event Poin adalah impas yaitu suatu komoditi yang    menggambarkan pendapatan usahatani yang di peroleh sama dengan modal yang dikeluarkan (Cahyono, 2001).

Cara perhitungan BEP adalah :
1.) BEP Produksi
Menurut Bechtold (1985), BEP produksi adalah hitungan berapa minimal volume produksi yang harus dicapai agar modal sebagai biaya produksi dapat kembali. Dengan rumus sebaagai berikut:
                                          
                  BEP (Q)   =   Total Biaya Produksi 
                                       Harga Satuan Jual Produk

            Bila jumlah produksi > BEP produksi, maka usahatani layak untuk diusahakan.
            Bila jumlah produksi < BEP Produksi, maka usahatani tidak layak untuk diusahakan.

2.)      BEP Harga
Menurut Bechtold (1985), BEP harga adalah hitungan berapa minimal rupiah harga produk yang harus ditawarkan (dipatok) agar modal sebagai biaya produksi dapat dikembalikan. Dengan rumus sebagai berikut :

                                BEP (Rp)      =     Total Harga Produksi 
                                                         Jumlah Produksi 

Pengolahan analisis data penggunakan program M. Excel 2007.


c.  ROI (Return Of Invesment)
Penggunaan modal ROI merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui keuntungan usaha yang berkaitan dengan modal yang dikeluarkan. (Cahyono, 2001). Cara perhitungannya ROI :


     ROI  = Keuntungan Usaha Ikan Bandeng  X 100 %
                                       Modal Usaha Ikan Bandeng

Keputusan:   Jika ROI digunakan sebagai indikator kelayakan usaha, maka besarnya nilai ROI akan dibandingkan dengan suku bangsa bunga bank Pemerintah yang sedang berlaku, jika ROI lebih dari 100%, maka usahatani layak diusahakan.
3. Uji statistik

       a.    Regresi Linier Berganda
         Untuk mengetahui besarnya pengaruh sarana produksi terhadap pendapatan   dianalisis dengan regresi linier berganda untuk parameter produksi (Gujarati, 1997)   sebagai berikut :

                    Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4          
Keterangan :
     Y      =  Pendapatan (Rp)
     A     =  Konstanta
     B     =  Koefisien Regresi untuk faktor Xi (i= 1 - 4)
     X1   =  Faktor Produksi ke-1
     X2   =  Faktor Produksi ke-2
     X3   =  Faktor Produksi ke-3
     X4   =  Faktor Produksi ke-4
a.  Koefisien Korelasi (R)
Koefisien korelasi untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel luas lahan, benih,   pupuk, agens hayati dan tenaga kerja (X1, X2, X3, X4) terhadap pendapatan. Dengan demikian korelasi bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nilai Y (pendapatan)   dengan biaya produksi (X), dengan melihat koefisien regresi.

b.  Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi berguna untuk mengeathui kontribusi (sumbangan, peranan) variabel independen terhadap variabel dependen atau menunjukan persentase varians nilai variabel dependen yang dapat menjelaskan persamaan regresi.
b.   Pengujian Untuk Hipotesisnya :
1.    Uji Anova/uji F (Simultan)
Pengaruh faktor biaya produksi (benih, pupuk, agen hayati/pestisida,  tenaga kerja) terhadap pendapatan.
Hipotesis statistik :
Ho : X1 = X2 = X3 = X4 = 0 → tidak ada pengaruh faktor biaya produksi terhadap pendapatan.
Hi  : Xi ≠ 0 → ada pengaruh faktor biaya produksi  terhadap pendapatan.
Kriteria uji taraf keyakinan 95 % dan α = 5 %
Jika F hitung < F tabel → terima Ho tolak Hi
Jika F hitung > F tabel → terima Hi tolak Ho
Uji keberartian koefisien dengan uji t
Ho = koefisien regresi tidak berarti
Hi = koefisien regresi berarti
Kriteria uji taraf keyakinan 95 % dan α = 5 %
Jika t hitung < t tabel → terima Ho tolak Hi
Jika t hitung > t tabel → terima Hi tolak Ho          

2.    Uji t (uji partial)
Uji t digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh antara masing-masing variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
Uji Hipotesis :
Ho : b1 = b2 = b3 = b4 = 0,  maka variabel (X) tidak berpengaruh terhadap variabel terikat (Y).
Hi  : salah satu b1 ≠ 0, maka variabel bebas (X) berpengaruh terhadap variabel terikat (Y).
Kriteria uji :
Ho diterima Hi ditolak apabila t hitung  < t tabel
Ho ditolak Hi diterima apabila t hitung > t tabel
Uji partial dapat juga dilihat dari angka probabilitas, hasil uji dinyatakan signifikan apabila probabilitas < 5 %. 

Sumber daftar pustaka :
         Arikunto, 1998. Prosedur Penelitian, PT. Rineka Cipta. Jakarta.
         Arikunto, 1998. Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi, PT. Penebar Swadaya. Jakarta.
         Gujarati. D, 1997, Ekonometrika Dasar. Penerbit Erlangga. Jakarta.
         Hermanto, S. 1989. Ilmu Usaha Tani. PT. Penebar Swadaya. Jakarta
         Soekartawi, 1995. Analisis Usaha Tani. Universitas Indonesia. (UI-Press), Jakarta.