20 Sep 2013

Istilah dalam Perkebunan

  • Perkebunan adalah segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan/atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai, mengolah dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat.
  • Usaha perkebunan adalah usaha yang menghasilkan barang dan atau jasa perkebunan.
  • Pelaku usaha perkebunan adalah pekebun dan perusahaan perkebunan yang mengelola usaha perkebunan.
  • Perusahaan perkebunan adalah pelaku usaha perkebunan warga negara Indonesia atau badan hukum yang didirikan menurut hukum Indoensia dan berkedudukan di Indonesia yang mengelola usaha perkebunan dengan skala tertentu.
  • Perkebunan besar adalah perkebunan yang diselenggarakan atau dikelola secara komersial oleh perusahaan yang berbadan hukum. Perkebunan besar, terdiri dari : Perkebunan Besar Negara (PBN) dan Perkebunan Besar Swasta (PBS) Nasional/Asing.
  • Perkebunan rakyat (tidak berbadan hukum). Perkebunan rakyat adalah perkebunan yang diselenggarakan atau dikelola oleh rakyat/pekebun yang dikelompokkan dalam usaha kecil tanaman perkebunan rakyat dan usaha rumah tangga perkebunan rakyat.
  • Usaha kecil tanaman perkebunan rakyat (pengelola tanaman perkebunan) adalah usaha tanaman perkebunan yang diselenggarakan atau dikelola secara komersial oleh perusahaan perseorangan yang tidak berakte notaris dan memenuhi kriteria batas minimal usaha (BMU) tertentu.
  • Usaha rumah tangga perkebunan rakyat (pemelihara tanaman perkebunan) adalah usaha tanaman perkebunan yang tidak berbadan hukum yang diselenggarakan atau dikelola oleh rumah tangga perkebunan dan belum memenuhi BMU.
  • Tanaman Tahunan adalah tanaman perkebunan yang umumnya berumur lebih dari satu tahun dan pemungutan hasilnya dilakukan lebih dari satu kali masa panen untuk satu kali pertanaman.
  • Tanaman semusim adalah tanaman perkebunan yang pada umumnya berumur pendek dan panennya dilakukan satu atau beberapa kali masa panen (keprasan) untuk satu kali penanaman.
  • Tanaman sehamparan adalah tanaman yang diusahakan mengelompok dalam satu/lebih bidang hamparan yang jelas batasnya dengan jarak yang teratur. Tanaman sehamparan terbagitiga, yaitu tanaman tunggal (monokultur), tanaman campuran dan tanaman tumpang sari.
  • Tanaman terpencar adalah tanaman yang diusahakan tidak sehamparan atau dalam satu bidang lahan dan ditanam di antara tanaman lain dengan jarak tanam lebih besar dari jarak tanam normal dan ditanam tidak teratur (pada umumnya di lahan pekarangan)
  • Tanaman Baru (New Planting) adalah tanaman baru ditanam yang dapat berasal dari kegiatan perluasan (ekstensifikasi), peremajaan (replanting) atau rehabilitasi.
  • Perluasan (Ekstensifikasiadalah penanaman pada areal bukaan baru atau pada areal bekas lahan tanaman lain bukan subsektor perkebunan.
  • Konversi adalah perpindahan dari tanaman satu ke lainnya dalam subsektor perkebunan.
  • Peremajaan (Replanting) adalah penggantian suatu macam tanaman perkebunan, karena sudah tua/tidak produktif dengan tanaman perkebunan yang sama dan dapat dilakukan secara selektif maupun menyeluruh.
  • Rehabilitasi adalah usaha kultur teknis untuk memulihkan keadaan pertumbuhan tanaman ke arah kondisi yang lebih baik produktivitasnya. 
  • Pembongkaran tanaman (up rooting) adalah pembongkaran tanaman yang beralih fungsi dari tanaman semusim menjadi tanaman lain/non tanaman atau untuk tanaman sejenis.
  • Produksi adalah banyaknya hasil dari setiap tanaman tahunan dan semusim menurut bentuk produksi (hasil) yang diambil berdasarkan luas yang dipanen pada semester/triwulan laporan.
  • Hasil perkebunan adalah semua barang dan jasa yang berasal dari perkebunan yang terdiri atas produk utama, produk turunan, produk sampingan, produk ikutan dan produk lainnya.
  • Industri pengolahan hasil perkebunan adalah kegiatan penanganan dan pemrosesan yang dilakukan terhadap hasil tanaman perkebunan yang ditujukan untuk mencapai nilai tambah yang lebih tinggi.
  • Agribisnis perkebunan adalah suatu pendekatan usaha yang bersifat sistem mulai dari subsistem produksi, subsistem pengolahan, subsistem pemasaran dan subsistem jasa penunjang.
  • Data/Angka Tetap (ATAP) adalah data yang tidak akan berubah lagi dan pada setiap penyajian harus konsisten.
  • Data/Angka Sementara (ASEM) adalah data yang disajikan baik pada periode tahunan atau semesteran yang belum penuh jangka waktunya atau belum lengkap dari sumber datanya, sehingga untuk data yang belum masuk harus dilakukan perkiraan.
  • Data/Angka Estimasi adalah data perkiraan/proyeksi untuk tahun tertentu (pada umumnya untuk tahun mendatang dari tahun penyajian).
  • Kelompok Tani adalah kumpulan petani (dewasa, wanita dan pemuda) yang terikat secara non formal dalam suatu wilayah kelompok yang bekerjasama atas dasar saling asih, saling asah dan saling asuh bagi keberhasilan usaha pertaniannya yang diketuai oleh seorang kontak tani.
  • Asosiasi Petani adalah kumpulan dari kelompok atau kelembagaan petani yang terikat secara formal yang bekerja berdasarkan aturan yang berlaku sesuai dengan AD dan ART untuk tujuan mencapai keberhasilan usaha tani dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
  • Koperasi Perkebunan adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dengan anggotanya orang-orang atau badan hukum koperasi subsektor perkebunan yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan.
  • Mitra Usaha adalah badan/lembaga usaha yang mempunyai fungsi dan peran membantu segala kebutuhan petani untuk melaksanakan kegiatan usaha taninya dan menganut prinsip kerjasama yang utuh, saling menguntungkan dan berkesinambungan.
  • UPH Perkebunan adalah unit pengolahan hasil dalam proses pengolahan bahan baku menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi komoditas perkebunan.

Sumber : Pembakuan Statistik Perkebunan Berbasis E-form

18 Sep 2013

Definition and Function of Hormones

Is a collection of organic compounds instead of nutrient ( nutrients ) , both naturally occurring and man-made , which in very small levels to encourage , inhibit , or alter the growth , development , and movement ( taksis ) plants . " Small levels " is meant to be in the range of millimoles per liter to one micromol per liter . The use of the term " hormone " himself used the analogy of hormone function in animals . However, the plant hormone is not produced from a special form of glandular tissue appendix ( endocrine ) as animals , but it resulted from non - specific tissue ( usually meristematic ) that produce this substance when get stimulated . Spread of plant hormones do not have to go through the vascular system of plants because the hormone can be translocated through the cytoplasm or space between cells .
Plant hormone produced by the individual concerned ( " endogenous " ) . Hormone from outside the individual systems can also be done ( " exogenous " ) . Exogenous administration may also involve non - natural chemicals ( synthetic , not made from plant extract ) that give rise to similar stimuli with natural phytohormones . Therefore , to accommodate the differences of animal hormones , is also used istilahzat plant growth regulators (English : plant growth regulator / substances) for plant hormones . There are hundreds of plant hormones or growth regulators ( PGR ) which is known to man , whether produced naturally by the plants themselves ( endogenous ) and the resulting non - plant olehorganisme synthetic or man-made ( exogenous ) . Grouping is done for easy identification , and are based primarily based on a similar physiological effects , not based on mere similarity of chemical structure .
Following the agreement of many experts , there are five major groups of plant hormones , namely auxin ( AUX ) , cytokinin ( CK ) , gibberellins ( or gibberellic acid , GA ) , ethylene ( ethene , ETH ) , and abscisic acid ( abscisic acid , ABA ) . The first three groups tended to be positive for growth at physiological concentrations , ethylene can support or inhibit growth , and abscisic acid primarily an inhibitor ( inhibitor ) growth . In addition to the five factions , known also other groups that serve similar but plant hormone known to work for some groups of plants alone or an exogenous hormone , namely brasinosteroid , jasmonate acid , salicylic acid , polyamines , and karrikin . Some synthetic compounds act as inhibitors ( inhibiting progression ) .
There are nine auxin , cytokinins 14 , 52 gibberellins , three abscisic acid , and the ethylene produced naturally and have extracted the [ 1 ] . No synthetic plant growth regulator that has a function similar to natural plant growth regulator , although it has a different chemical structure . In practice , often PGR synthetic ( man-made ) is more effective or less expensive when applied to kepentinganusaha farmer rather than the extraction of natural PGR .
TYPES OF HORMONES AND FUNCTIONS
A. auxin
Auxin term was first used by Frits Went found that a compound that causes the bending of the coleoptile toward light . Coleoptile bending caused by cell elongation terpacunya plastered on the side of the piece of agar containing auxin . Went auxin found now known as indole acetic acid ( IAA ) . Besides IAA , plants contain three other compounds which are considered as the hormone auxin , yaitu4 - chloro indolasetat ( 4 chloro IAA ) found in young IJI b type nuts , phenyl acetic acid ( PAA ) are found in many plant species , and acid indolbutirat ( IBA ) which is found in the leaves of corn and a variety of dicotyledonous plant species . Auxin plays a role in a wide variety of plant activities include :
Fruit Development
At the time ripe seed growing , seed auxin issued to the sections of interest thereby stimulating the fruit formation . Thus , the provision of auxin in the pollinated flowers are not going to stimulate the development of seedless fruits . It is called partenokarpi .
Apical Dominance
Apical dominance is growing tip of the bud of a plant that inhibits the development of lateral buds on the stem side down . Apical dominance is a result of the downward transport of auxin is made ​​in the apical meristem . Young leaves and fruit abscission young form of auxin , in order to remain strong both attached to the trunk . However , if the reduced auxin formation , a layer of specialized cells are formed at the base of the petiole and fruit so that the leaves and fruit fall Formation of auxin stimulates the formation of adventitious roots that grow wild roots from stems or leaves in many species .
B. gibberellins
Gibberellins were first discovered in Japan in 1930 from the study of diseased rice plants . Rice with the fungus Gibberella fujikuroi is growing too high . Japanese scientists isolated a substance from the fungus culture . These substances called gibberellins . Forms such as gibberellins GA3 , GA1 , GA4 , GA5 , GA19 , GA20 , GA37 , and GA38 . Gibberellins produced by fungi and higher plants . Gibberellin synthesized in almost all parts of the plant , such as seeds , young leaves , and roots . Gibberellins have several roles , among others :
  • Encourage the extension of the abnormal stem intact .
  • Seed germination and mobilization of food reserves of the endosperm to embryo growth .
  • The development of flowers and fruit .
  • Eliminate the nature of genetically dwarf plants .
  • Stimulates cell division and elongation .
C. Kinetin is the first synthetic cytokinin discovered by Carlos Miller on dried fish . After it was found that other cytokinin compounds in the liquid endosperm of corn , namely zeatin .
D. Another synthetic cytokinin BAP ( 6 - benzilaminopurin ) and 2 - ip . Cytokinins have several functions , among others : Stimulates cell division in meristematic tissue .
  1. Stimulate differentiation of the cells produced in the meristem .
  2. Encourage the growth of side shoots and leaf expansion .
  3. Delaying the aging leaves .
  4. Stimulate the formation of buds and seeds capable of breaking the rest period ( dormancy breaking ) .
E. Ethylene gas that fruits especially older releases a gas called ethylene . Ethylene is synthesized by plants and led to more rapid ripening process . In addition to ethylene produced by plants , there is a synthetic ethylene , which etepon ( 2 - kloroetifosfonat acid ) . This synthetic ethylene traders often used to speed up the ripening of fruit . In addition to spurring ripening , ethylene also stimulate seed germination , stem thickening , encourage leaf drop , stem elongation and inhibit germination . In addition , ethylene delay flowering , reduce apical dominance and root initiation , and inhibit seedling stem elongation .
F. Abscisic acid ( ABA ) , abscisic acid ( ABA ) is an inhibitor ( inhibitor ) in plant activities . This hormone is formed in daundaun adults . Have a physiological role of abscisic acid are:
  1. Accelerate abscission aging plant parts , such as leaves , fruit and bud dormancy .
  2. Induces transport photosynthesis to grain growing and promotes the synthesis of protein deposits .
  3. Organize the closing and opening of stomata especially during water stress 
F. Traumalin acid. Traumalin acid is referred to as hormone wound / cambium because this hormone plays a role when the plant tissue is damaged. If injured, plants will stimulate the cells in the injured area to be longer so as to hold meristem cell division to close the wound. You need to know besides hormones, vitamins can affect the growth and development, such as vitamin B12, vitamin B1, vitamin B6, vitamin C (ascorbic acid). These vitamins function in the formation of hormones and serves as a coenzyme.

G. Kalin. Did you know Kalin is a hormone that functions to stimulate the growth of plant organs, including:
  • rhizokalin, can stimulate root growth;
  • kaulokalin, can spur the growth of the stem;
  • fitokalin, can spur the growth of the leaves;
  • anthokalin, can spur the growth of flowers.

Farmyard Manure

Manure ( pile ) is defined as all waste products of pets that can be used to add nutrients, improve physical properties , and soil biology . If in raising livestock is given the pedestal like chaff in the chicken, straw in cattle, buffaloes and horses , then the base will be mixed into a single entity and referred to as the pile anyway. Some farmers in some regions separating the solid and liquid pile .
  • Solid manure
Manure ( pile ) is solid in the form of manure solids are either composted or not composted as a source of nutrients , especially N for plants and can improve the properties of chemical , biological , and physical soil .
  •  Liquid manure
Manure (pile) pile of liquid is a liquid derived from the fresh manure is mixed with animal urine or feces of animals that are dissolved in water in a certain ratio . Urine of animals generally quite a lot and that has been used by farmers is urine cows, buffaloes , horses , pigs , and goats .
Liquid manure made ​​from fresh manure, dung can of goats, shee , cows, and chickens.
  • Chicken manure
Including extensive use of chicken pile . Generally currently used by vegetable farmers by organizing from outside the region , have a broiler manure nutrient content is relatively higher P than the other pile . Nutrient content is highly influenced by the type of concentrate given . In addition, also in the chicken manure mixed with scraps of chicken and rice husk as the base enclosure that may contribute additional nutrients to the pile on the vegetables . Some research applications pile of chicken always responded the best plants in the first season . This happens because the chicken pile decomposes relatively quickly and have sufficient nutrient levels , when compared with the number of units equal to the other pile ( Widowati et al . , 2005) . Utilization of this chicken pile for organic agriculture have problem because chicken pile contains several hormones that can accelerate the growth of chickens .
  • Cow manure
Among the types of pile , pile sapilah that have high fiber content such as cellulose , it is evident from the results of measurements of the parameters C / N ratio is quite high > 40 . High levels of C in cow pile directly to inhibit the use of agricultural land due to
suppress the growth of the main crop . Growth suppression occurs due to microbial decomposers will use the N available to decompose organic material so that the main crop shortages N. To maximize the use of cow pile composting must be done in order to be a cow compost pile with the ratio of C / N
under 20 . In addition to the C / N ratio , the use of cow pile is also directly related to the high water content . Farmers as a fertilizer commonly called cold . When the pile with a high moisture content applied directly will require more energy and release ammonia process is still ongoing .
  • Goat manure
Texture of goat manure is typical , because the form of granules rather difficult physically broken so greatly affect the decomposition process and the process of providing haranya . Value of the ratio C / N pile goats generally still above 30 . Manure must have a good ratio of C / N < 20 , so that the pile would be better use of goats when composted first. If it will be used directly , this pile will provide better benefits in the second cropping season . Water levels are relatively lower goats pile of cow pile and slightly higher than the pile of chicken .
Nutrient content of goat pile contains potassium which is relatively higher than the other pile . While the levels of N and P is almost the same as the other pile .
  • Pig manure
Utilization of pig pile in Indonesia only in a few specific locations adjacent to the pig farm . Manure ( pile ) pigs have soft texture and will increase the liquid when mixed with urine . Pig farmers have learned how to separate the urine with the solids , then menumpukkannya somewhere to decomposed first. Farmers around pig farms using this pile by pile mixed with chicken or goat , because of the experience of pig farmers if the pile is applied separately unfavorable growth of vegetable crops.
  • Horse manure
Number horse population is lower than other livestock , so the amount of horse manure also include less volume. Manure ( pile ) many horses used by farmers around the farm
  • urine livestock
Cattle urine can be found in large quantities in addition to feces from cattle . Urine produced by the kidneys that is the remainder of an overhaul nitrogen and residues from the body of urea , uric acid and creatinine result of protein metabolism . Urine is also derived from sulfur and phosphate senyawasenyawa reshuffle in the body. Urine analysis results obtained organic matter content and high N Urine cattle urine containing N ± 10 g l - 1 , mostly in the form of urea . Urine also contains a number of mineral elements ( S , P , K , Cl , and Na ) in varying amounts depending on the type and forage , physiology and climate conditions . The nutrients needed by the microbes and plant growth . Urine consists of 90-95 % water . Urea in the urine is the main solid materials that are generally > 70 % nitrogen in the urine ( Anonymous , 1993) . Today the urine of cattle used as organic fertilizer for crops along with livestock manure or other substances such as tobacco , neem , teprosia and pesticide ingredients other vegetable . Giving way to organic cultivation systems usually drained or sprayed on crops .

17 Sep 2013

Handsprayer (Alat Penyemprot)

Sprayer
Proses penyemprotan pupuk dan pestisida terhadap hama dilakukan dengan menggunakan alat semprot atau sprayer. Perawatan rutin yang tepat dapat menjaga agar sprayer selalu dalam kondisi yang bagus. Untuk menjaga keawetan Sprayer, diperlukan perawatan rutin.
Prinsip Kerja Handsprayer (Alat Penyemprot)
Prinsip kerja alat penyemprot handsprayer adalah memecah cairan menjadi butiran partikel halus yang menyerupai kabut. Dengan bentuk dan ukuran yang halus ini maka pemakaian pestisida akan efektif dan merata ke seluruh permukaan daun atau tajuk tanaman. Untuk memperoleh butiran halus, biasanya dilakukan dengan menggunakan proses pembentukan partikel dengan menggunakan tekanan (hydraulic atomization), yakni cairan di dalam tangki dipompa sehingga mempunyai tekanan yang tinggi, dan akhirnya mengalir melalui selang karet menuju ke alat pengabut. Cairan dengan tekanan tinggi dan mengalir melalui celah yang sempit dari alat pengabut, sehingga cairan akan pecah menjadi partikel-partikel yang sangat halus.

  1. Perhatikan dengan teliti bagian-bagian dari sprayer sebelum penggunaan. Jika terdapat kerusakan pada satu bagian sprayer maka diharuskan dengan secepatnya untuk memperbaikinya atau gantilah dengan spart part baru supaya kerusakan tersebut tidak mengakibatkan kerusakan pada bagian lainnya. Jangan biarkan kerusakan kecil menjadi besar.
  2. Hal-hal yang harus sering diperhatikan, yaitu kurangnya pemberian pelumas yang membuat katup sering macet, seringnya penggunaan yang membuat spuyer membesar sendiri, sering terjadi aus serta kotor pada kran atau pengatur, sering terjadi aus pada packing atau segel, waspada akan terjadinya kebocoran, telitilah pada semua bagian sprayer yang rentan akan terjadinya kerusakan.
  3. Bijaklah dalam pemakaian sprayer yaitu sesuai kegunaannya saja. Jangan gunakan sprayer untuk keperluan lain, seperti tangki sprayer digoyang dengan keras agar pelarut tercampur atau memakai stik sprayer untuk mengaduk.
  4. Sebaiknya ketika menyemprot pakailah air bersih sebagai pelarutnya.
  5. Setelah selesai digunakan cucilah sprayer beberapa kali, pertama cuci dengan cara mengocok dengan air bersih kemudian buang air tersebut, pencucian selanjutnya dengan membuang airnya melalui spuyer, pencucian terakhir dengan memberi setengah tutup AERO 810 disertai dengan air bersih, kocok sedikit dan keluarkan melalui spuyer, buang air sisa yang ada di dalam tangki. Setelah sprayer sudah cukup kering berilah minyak kelapa sebagai pelumasnya, bagian yang perlu dilumasi adalah bagian yang melakukan gerakan misalnya piston. Sprayer sudah siap disimpan dengan posisi terbalik ataupun miring.
  6. Selalu lakukan perawatan karena tanpa perawatan sprayer akan lebih mudah rusak. berikut tabel berbagai alat alsintan dengan spesifik sifatnya.
No
Jenis alsin
Kapasitas kerja/unit
Jam kerja per hari
Hari kerja per musim tanam
Luas cakupan wilayah (ha/musim)
1
Traktor roda 4
0.08-0.12
8
100-120
40-60
2
Traktor roda 2
0.06-0.07
8
50-60
20-30
3
Hand sprayer
0.10-0.12
7
15
11-13
4
Hand duster
0.11-0.17
7
15
12-18
5
Mist blower
2.50-3.75
7
15
300-350
6
Power sprayer
0.20-0.25
7
15
21-26
7
Pompa air
a. diameter 2"
0.01
8
50
4
b. diameter 3"
0.03
8
50
12
c. diameter 4"
0.04
8
50
15
d. diameter 6"
0.10
8
50
40
e. diameter 8"
0.15
8
50
60
8
Sabit bergerigi
0.008
6
15
0.7
9
Reaper
0.16-0.20
8
25
40
10
Pedal thresher
75-100
6
30
3
11
Power thresher
a. Padi
600-800
8
25
33
b. Jagung
1500-2000
8
25
33
c. Kedelai
250-300
8
25
33
12
Corn sheller
2000-2500
8
25
27
13
Winnower
400-600
6
30
20
14
Dryer
200-300
10
30
13
15
Rice Milling Unit
350-370
10
50
60

Traktor Tangan/hand tractor

A. KLASIFIKASI TRAKTOR TANGAN

Traktor tangan ini diciptakan di Cina, dengan fungsi utamanya adalah untuk mengolah tanah. Namun, sebenarnya traktor tangan ini memiliki banyak fungsi, seperti pompa air, alat prosesing,trailer, dan sebagainya. Alat ini diharapkan akan berguna di wilayah Indonesia terkenal sebagai negara agraris. Letaknya yang berada di jalur khatulistiwa membawa keuntungan tersendiri bagi kondisi tanah di Indonesia. Tanah-tanah di Indonesia bisa diolah menjadi lahan pertanian sehingga pertanian bisa menjadi mata pencaharian pokok masyarakat Indonesia pada umumnya. Bagaimanapun, mengolah tanah dalam bertani secara manual akan terasa lebih berat bagi petani. Untuk itu, diperlukan alat atau mesin untuk mempermudah pekerjaan petani dalam mengolah tanah sawahnya. Salah satunya adalah traktor tangan atau hand tractor/HT.

Berdasarkan daya motor, traktor tangan dibedakan atas:
  1. Traktor tangan berukuran kecil dengan tenaga penggerak < 5 Hp
  2. Traktor tangan berukuran sedang dengan tenaga penggerak 5-7 Hp
  3. Traktor tangan berukuran besar dengan tenaga penggerak 7-12 Hp

Bagian utama traktor tangan ada tiga, yaitu:
  1. Tenaga penggerak motor
  2. Kerangka dan transmisi atau penerus tenaga traktor tangan
  3. Tuas kendali

B. MENGENAL TRAKTOR TANGAN

Langkah pertama yang harus dipelajari oleh calon operator untuk dapat mengoperasikan traktor tangan adalah mengenal traktor tangan itu sendiri. Bagian-bagian utama dari traktor tangan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Keterangan gambar:
1) Lamp
2) Engine
3) Clutch
4) Gearbox
5) Handlebar
6) Speed-changing
7) Clutch-brake handle
8) Throttle control handle
9) Steering hand grip
10) Traction adapter
11) Driving wheel
12) Frame
Prinsip Kerja Alat
Prinsip kerja traktor tangan adalah mesin pengolah tanah dengan menggunakan tenaga penggerak motor bakar yang pada umumnya motor diesel. Sebagai mesin pengolah tanah, traktor digunakan untuk menarik peralatan pengolahan tanah, seperti bajak piring, garu piring, dll.
Traktor roda empat yang dirangkai dengan peralatan pengolah tanah perlu diatur atau disetel posisi peralatannya agar dapat difungsikan dengan baik.
Pengaturan tersebut dilakukan dengan mamanjangkan atau memendekkan pada ikatan sambungan peralatan atau pada "tiga titik penyambungan".
Kegunaan Alat
Kegunaan traktor tangan di bidang pertanian adalah:
Untuk menarik peralatan pengolah tanah seperti bajak singkal, bajak rotari, dan garu, juga alat transportasi seperti gerobak.
Untuk menggerakkan peralatan stasioner, seperti generator listrik, mesin pompa air, mesin penggilingan gabah, dll.
Kelengkapan Alat
Traktor tangan sebagai bagian utama dari mesin pengolah tanah yang harus dilengkapi dengan peralatan pengolah tanah, seperti bajak dan garu. Tanpa perlengkapan tersebut traktor tangan hanyalah berperan sebagai alat atau mesin penarik peralatan. Beberapa kelengkapan yang diperlukan antara lain:
a. Bajak singkal adalah alat pengolah tanah pertama yang berfungsi untuk membalikkan irisan permukaan tanah.
b. Bajak rotari atau bajak cakar adalah alat pengolah tanah yang berfungsi memotong dan mengaduk tanah, sehingga hasil tanah olahannya menjadi hancur atau berlumpur.
c. Garu atau gelebeg adalah alat pengolah tanah kedua yang berfungsi untuk menghancurkan dan meratakan tanah.
d. Roda sangkar adalah jenis roda yang terbuat dari besi pipa dan plat yang berbentuk menyerupai sangkar. Fungsi roda sangkar adalah untuk meningkatkan daya cengkeram permukaan roda terhadap tanah, dengan demikian terjadinya slip dapat diatasi.
e. Roda ban karet adalah jenis ban dari karet yang berfungsi untuk mendukung operasi traktor di lahan kering dan mendukung transportasi di jalan.
Secara keseluruhan traktor tangandapat diuraikan berdasarkan bagian-bagianutamanya, yakni:
1. Bagian penggeraknya, merupakan sumber tenaga yang pada umumnya menggunakan motor bakar diesel.
2. Bagian transmisi daya, merupakan bagian yang berfungsi untuk menyalurkan daya dari motor ke bagian roda atau peralatan yang perlu untuk diputar, seperti bajak rotari.
3. Bagian kemudi, marupakan bagian dari rangka traktor yang berfungsi untuk mengemudikan jalannya traktor di lapangan.
4. Tuas Persneling : tuas untuk memindah gigi persneling.
5. Bagian penyambungan, merupakan bagian rangka traktor yang berfungsi untuk menyambungkan traktor dengan peralatan pengolah tanah atau alat yang lainnya.
6. Roda sangkar : roda traktor tangan yang terbuat dari besi untuk mendukung pengoperasian traktor tangan di lahan sawah

o
Jenis alsin
Kapasitas kerja/unit
Jam kerja per hari
Hari kerja per musim tanam
Luas cakupan wilayah (ha/musim)
1
Traktor roda 4
0.08-0.12
8
100-120
40-60
2
Traktor roda 2
0.06-0.07
8
50-60
20-30
3
Hand sprayer
0.10-0.12
7
15
11-13
4
Hand duster
0.11-0.17
7
15
12-18
5
Mist blower
2.50-3.75
7
15
300-350
6
Power sprayer
0.20-0.25
7
15
21-26
7
Pompa air
a. diameter 2"
0.01
8
50
4
b. diameter 3"
0.03
8
50
12
c. diameter 4"
0.04
8
50
15
d. diameter 6"
0.10
8
50
40
e. diameter 8"
0.15
8
50
60
8
Sabit bergerigi
0.008
6
15
0.7
9
Reaper
0.16-0.20
8
25
40
10
Pedal thresher
75-100
6
30
3
11
Power thresher
a. Padi
600-800
8
25
33
b. Jagung
1500-2000
8
25
33
c. Kedelai
250-300
8
25
33
12
Corn sheller
2000-2500
8
25
27
13
Winnower
400-600
6
30
20
14
Dryer
200-300
10
30
13
15
Rice Milling Unit
350-370
10
50
60