17 Sep 2013

Handsprayer (Alat Penyemprot)

Sprayer
Proses penyemprotan pupuk dan pestisida terhadap hama dilakukan dengan menggunakan alat semprot atau sprayer. Perawatan rutin yang tepat dapat menjaga agar sprayer selalu dalam kondisi yang bagus. Untuk menjaga keawetan Sprayer, diperlukan perawatan rutin.
Prinsip Kerja Handsprayer (Alat Penyemprot)
Prinsip kerja alat penyemprot handsprayer adalah memecah cairan menjadi butiran partikel halus yang menyerupai kabut. Dengan bentuk dan ukuran yang halus ini maka pemakaian pestisida akan efektif dan merata ke seluruh permukaan daun atau tajuk tanaman. Untuk memperoleh butiran halus, biasanya dilakukan dengan menggunakan proses pembentukan partikel dengan menggunakan tekanan (hydraulic atomization), yakni cairan di dalam tangki dipompa sehingga mempunyai tekanan yang tinggi, dan akhirnya mengalir melalui selang karet menuju ke alat pengabut. Cairan dengan tekanan tinggi dan mengalir melalui celah yang sempit dari alat pengabut, sehingga cairan akan pecah menjadi partikel-partikel yang sangat halus.

  1. Perhatikan dengan teliti bagian-bagian dari sprayer sebelum penggunaan. Jika terdapat kerusakan pada satu bagian sprayer maka diharuskan dengan secepatnya untuk memperbaikinya atau gantilah dengan spart part baru supaya kerusakan tersebut tidak mengakibatkan kerusakan pada bagian lainnya. Jangan biarkan kerusakan kecil menjadi besar.
  2. Hal-hal yang harus sering diperhatikan, yaitu kurangnya pemberian pelumas yang membuat katup sering macet, seringnya penggunaan yang membuat spuyer membesar sendiri, sering terjadi aus serta kotor pada kran atau pengatur, sering terjadi aus pada packing atau segel, waspada akan terjadinya kebocoran, telitilah pada semua bagian sprayer yang rentan akan terjadinya kerusakan.
  3. Bijaklah dalam pemakaian sprayer yaitu sesuai kegunaannya saja. Jangan gunakan sprayer untuk keperluan lain, seperti tangki sprayer digoyang dengan keras agar pelarut tercampur atau memakai stik sprayer untuk mengaduk.
  4. Sebaiknya ketika menyemprot pakailah air bersih sebagai pelarutnya.
  5. Setelah selesai digunakan cucilah sprayer beberapa kali, pertama cuci dengan cara mengocok dengan air bersih kemudian buang air tersebut, pencucian selanjutnya dengan membuang airnya melalui spuyer, pencucian terakhir dengan memberi setengah tutup AERO 810 disertai dengan air bersih, kocok sedikit dan keluarkan melalui spuyer, buang air sisa yang ada di dalam tangki. Setelah sprayer sudah cukup kering berilah minyak kelapa sebagai pelumasnya, bagian yang perlu dilumasi adalah bagian yang melakukan gerakan misalnya piston. Sprayer sudah siap disimpan dengan posisi terbalik ataupun miring.
  6. Selalu lakukan perawatan karena tanpa perawatan sprayer akan lebih mudah rusak. berikut tabel berbagai alat alsintan dengan spesifik sifatnya.
No
Jenis alsin
Kapasitas kerja/unit
Jam kerja per hari
Hari kerja per musim tanam
Luas cakupan wilayah (ha/musim)
1
Traktor roda 4
0.08-0.12
8
100-120
40-60
2
Traktor roda 2
0.06-0.07
8
50-60
20-30
3
Hand sprayer
0.10-0.12
7
15
11-13
4
Hand duster
0.11-0.17
7
15
12-18
5
Mist blower
2.50-3.75
7
15
300-350
6
Power sprayer
0.20-0.25
7
15
21-26
7
Pompa air
a. diameter 2"
0.01
8
50
4
b. diameter 3"
0.03
8
50
12
c. diameter 4"
0.04
8
50
15
d. diameter 6"
0.10
8
50
40
e. diameter 8"
0.15
8
50
60
8
Sabit bergerigi
0.008
6
15
0.7
9
Reaper
0.16-0.20
8
25
40
10
Pedal thresher
75-100
6
30
3
11
Power thresher
a. Padi
600-800
8
25
33
b. Jagung
1500-2000
8
25
33
c. Kedelai
250-300
8
25
33
12
Corn sheller
2000-2500
8
25
27
13
Winnower
400-600
6
30
20
14
Dryer
200-300
10
30
13
15
Rice Milling Unit
350-370
10
50
60

Tidak ada komentar:

Posting Komentar