17 Sep 2013

Definisi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria)


PGPR
Pada akar tanaman
PGPR merupakan salah satu agens antagonis patogen tumbuhan dalam menekan populasi atau aktivitas patogen tumbuhan dapat berupa hiperparasitisme, kompetisi terhadap ruang dan hara serta antibiosis dan lisis. Agens antagonis patogen tumbuhan adalah mikroorganisme yang mengintervensi aktivitas patogen dalam menimbulkan panyakit tumbuhan. Agens tersebut tidak dapat mengejar inang yang telah masuk ke dalam tanaman. Efektivitasnya dapat dilihat dengan tidak berkembangnya penyakit tersebut. Bakteri Pseudomonas fluorescens dapat menghasilkan spora, yang bersifat aerobic gram negatif, banyak ditemukan pada daerah rizofir dan tanah, serta lebih efektif pada tanah netral dan basa. Penanaman pada tanah yang lembab dapat meningkatkan populasi, kolonisasi akar yang merupakan persyaratan sebagai agen biokontrol. Proses Antagonis, tipe mekanisme antagonis Pseudomonas fluorescens berupa kompetisi unsur hara dalam tanah. Dapat menekan perkembangan Fusarium sp. melalui kompetisi terhadap unsur Fe yang tersedia. Pseudomonas merupakan salah satu genus dari Famili Pseudomonadaceae. Bakteri ini berbentuk batang lurus atau lengkung, ukuran tiap sel bakteri 0.5-0.1 1μm x 1.5-4.0 μm, tidak membentuk spora dan bereaksi negatif terhadap pewarnaan Gram. Pseudomonas terbagi atas grup, diantaranya adalah sub-grup berpendarfluor (Fluorescent) yang dapat mengeluarkan pigmen phenazine.
Kemampuan PGPR sebagai agens pengendalian hayati adalah karena kemampuannya bersaing untuk mendapatkan zat makanan, atau karena hasil-hasil metabolit seperti siderofor, hidrogen sianida, antibiotik, atau enzim ekstraselluler yang bersifat antagonis melawan patogen
pseudomonas sp. dapat menghasilkan siderofor sejenis pseudobaktin yang masing-masing berbeda dalam hal jumlah dan susunan asam amino dalam rantai peptide. Pseudomonas sp. banyak diteliti sehubungan dengan kemampuan bakteri ini sebagai perangsang pertumbuhan (Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan menekan serangan penyakit yang disebabkan Fusarium oxysporum dan penyakit akar yang disebabkan Gaeumannomyces graminis. Mekanisme kerja PGPR diketahui sebagai senyawa yang berfungsi sebagai pemasok zat makanan, bersifat antibiosis, atau sebagai hormon pertumbuhan, atau penggabungan dari berbagai cara tersebut.
  • Sejenis bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman.
  • Bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman.
  • Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme ini akan sangat menguntungkan.
  • Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya.
Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu
  • Mmampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga.
  • Selain itu PGPR juga meningkatkan ketersediaan nutrisi lain seperti phospat, belerang, besi dan tembaga.
  • PGPR juga bisa memproduksi hormon tanaman, menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan serta mengontrol hama dan penyakit tumbuhan.
CARA PEMBUATAN PGPR
ALAT DAN BAHAN:
  • 100 gr akar bambu
  • 400 gr gula pasir
  • 200 gr trasi
  • 1 kg dedak halus
  • 10 lt air
  • Penyedap rasa secukupnya
CARA MEMBUAT:
  • Rendam akar bambu dalam air matang dingin 2-4 hari
  • Rebus bahan 2 s/d 6 sampai memdidih selama 20 menit
  • Setelah dingin masukkan semua bahan kedalam jerigen dan tutup rapat
  • Buka dan kocok-kocok sehari sekali
  • Setelah 15 hari PGPR siap digunakan
CARA MENGGUNAKAN:

  • Saring PGPR
  • Campurkan 1 lt PGPR ke dalam air 1 tangki
  • Semprotkan PGPR tersebut ke lahan yang belum ditanami
  • Ulangi penyemprotan setiap 20 hari sekali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar